SELAMAT DATANG DI BLOG " GANESA SCOUT " UPTD SMP NEGERI 1 GAMPENGREJO KEDIRI

Gambar Scout

Gambar Scout

Minggu, 17 April 2016

REGU DALAM PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN



Kelompok kecil yang menjadi penunjang kegiatan pramuka ada banyak penyebutan sesuai dengan golongannya, barung pada siaga, regu dalam penggalang, sangga dalam penagak, dan umpi adalah gabungan dari penegak dan pandega. Akan lahir super power regu bila pembina tidak membuat permainan agar anggota regu bisa acak, tidak pintar semua, tidak satu kelas, tidak satu geng ketika di kelas. Seringkali pramuka tidak mau dipisahkan dengan soulmatenya, dan akhirnya meminta pindah regu,... manja. ya faktanya seperti ini, bisa jadi yang membaca pun demikian adanya.
Kelompok kecil beranggotakan 6-8 Orang Idealnya (Petunjuk Penyelenggaraan Gugus Depan GP NO. 231 Tahun 2007) maaf, masih banyak pembina yang menerapkan lebih dari 8 orang. Regu merupakan salah satu metode kepramukaan. Untuk selanjutnya kami akan menggunakan "regu" sebagai pembahasan disini, dalam pembentukan regu bisa dilakukan dengan permainan dan dengan cara lain yang tidak mendeskiriminasikan satu golongan, ras, suku, dan agama sebagai cara untuk memupuk rasa toleransi dan keberagaman Indonesia yang terkandung dalam Pancasila~Bhinekka Tunggal Ika.
Regu memiliki peranan penting dalam pembentukan karakter, keluarga kecil yang nyaman ditinggali dan memberikan kesempatan untuk berdiskusi, Nah untuk hal ini kemudian ada pasukan jika dalam penggalang, perindukan dalam siaga, dan ambalan dalam penegak yang beranggotakan 24-32 Pramuka atau bisa dibilang 4 Regu. Pembina Penggalang dan pembantu pembina akan menjadi pembina pasukan ini, dekat dengan peserta didik/ pramuka akan memberikan mereka semangat dan motivasi untuk belajar dan mengembangkan diri, pembina penggalang jangan sampai pilih kasih dan membedakan. Misalnya, jika ada salah satu anggota regu menjad korban "bullying" seorang pembina harus bisa memberikan jalan tengah, mengarahkan dan menyelesaikan masalah yang terjadi. Kedekatan yang dibangun ini menjadikan regu menjadi solid, dan karakterpun terbentuk.
Dalam regu, anggota berkewajiban menyampaikan pendapat jangan hanya menjadi anggota pasif yang tidak akan banyak belajar. Memahami karakter satu anggota dan lainnya akan membuat kita paham perbedaan yang mempersatukan, seperti NKRI ini berbeda tetap satu Indonesia. Bekerja kelompok, berdiskusi dan saling melengkapi merupakan metode pendidikan yang cukup efektif jika dilakukan dengan kesungguhan. Masihkan kita memahami hal sekecil ini? dan apakah di tempat kakak sudah diterapkan, dan ingat kak,... untuk pembina pramuka seharusnya ya membina untuk yang putera saja dan sebaliknya. Yuk evaluasi diri kita sendiri, dan mari kita berbenah bersama-sama.

2 komentar:

  1. mantaap, mampir ke blog saya ya kak,

    sobowarnet.blogspot.com

    BalasHapus
  2. terima kasih komentar Bang Langit Ibrahim
    semoga bermanfaat....

    BalasHapus